Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Kenangan Shalawat Dari Kiai Asep Dudung Jamanis

Malam kamis setelah magrib adalah waktu yang istimewa bagi sebagian masyarakat di kampung Jamanis. Waktu tersebut adalah waktu untuk menikmati shalawat dan menerima santapan rohani dari kiai.  Pada waktu itu setelah Kiai Asep Dudung membaca tawasul dan shalawat munfarijah dengan suaranya yang khas. Beliau mengajarkan satu shalawat lain dan mengulang-ulangnya untuk bisa dihafal oleh para jama'ah. Meskipun kebanyakan jama'ah adalah orang-orang yang sudah tua akan tetapi mereka mau menghafalnya karena rasa ta'dim dan cinta kepada kiainya. Sambil bercanda beliau menyuruh satu persatu jama'ah untuk melafalkannya. Dengan senang hati serta suasana yang cair para satu persatu dari jama'ah pun malafalkannya secara bergiliran.  Beliau berkata bahwa shalawat tersebut adalah shalawat untuk meminta diberi ilmu dan dikumpulkan dengan orang-orang yang saleh. Barang siapa yang diberi ilmu dan dikumpulkan dengan orang-orang saleh maka dia adalah orang yang bahagia.  Lafal dari solaw...

Kisah Tukang Kubur Menjadi Wali

    Suatu hari ketika seorang tukang kubur sedang menguburkan seorang anak, tiba-tiba dia merasa sangat kaget sehingga dia pinsan. Setelah sadar seseorang bertanya kepadanya "Wahai tukang kubur, kamu adalah orang yang sudah terbiasa dengan pekerjaan ini. Akan tetapi kenapa kamu tadi terlihat kaget sehingga kamu pinsan?" Dia menjawab "pada saat mayat akan dimasukan kedalam kuburan aku kaget karena melihat surga". Setelah itu dia bertanya kepada ibu dari anak tersebut "wahai ibu, apa pekerjaan anakmu ketika dia masih hidup?" Ibunya menjawab "dia adalah seorang anak yang sedang belajar agama".         Kemudian setelah beberapa hari, kakak dari anak tersebut juga meninggal. Ketika tukang kubur sedang menguburkannya, dia kembali melihat surga namun pada saat ini dia tidak pinsan. Kemudian diapun bertanya lagi kepada ibunya "wahai ibu, apa pekerjaan anakmu yang besar ini ketika dia masih hidup?" Ibunya menjawab "Karena suamiku telah meni...

Buku Kisah Ahlak Lil-Baniin Syekh Umar Bin Ahmad Baraja bagian 4

Gambar
Klik disini untuk membeli versi cetak Klik disini untuk minat versi cetak semua bagian Malu D alam hadis dikisahkan bahwa Rasulallah SAW pernah berkata "Malulah kalian kepada Allah SWT dengan malu yang sebenarnya!" Kemudian ditanyakanlah kepadanya "Wahai Rasulallah, bagaimana cara kami malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya?" Rasulallah SAW menjawab "Orang yang malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya yaitu orang yang menjaga kepalanya beserta apa yang diwadahinya (akal), menjaga perut beserta apa yang diwadahinya(makanan), meninggalkan perhiasan kehidupan dunia dan mengingat mati beserta kehancuran tubuh didalam kubur.  Maka sungguh yang demikian itulah orang yang malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya.” R asulalallah SAW adalah orang yang sangat pemalu. Beliau tidak menatapkan pandangan pada wajah seseorang dan tidak berbicara kepada seseorang dengan perkataan yang tidak disukainya. Dikisahkan seorang laki-laki yang memakai warna ...